TPST UNIVERSITAS LAMPUNG: Upaya Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

Dalam beberapa tahun terakhir, konsep pengelolaan sampah telah berkembang dari sekedar masalah pembuangan menjadi perspektif lebih luas yang mencakup keberlanjutan dan kesadaran lingkungan. Salah satu inisiatif yang menonjol di kalangan lembaga pendidikan di seluruh dunia adalah pendirian bank sampah di setiap kampus. Bank sampah ini berfungsi sebagai pusat pengumpulan, pemilahan, dan pengolahan material daur ulang, dimana lewat adanya bank sampah secara efektif dapat mempromosikan budaya pengurangan sampah dan pemulihan sumber daya dalam komunitas kampus.

Pengenalan bank sampah di kampus merupakan langkah besar menuju pengelolaan lingkungan dan keberlanjutan. Inisiatif ini tidak hanya menangani masalah pengelolaan sampah yang mendesak tetapi juga menanamkan pelajaran berharga dalam pengurangan sampah, daur ulang, dan konsumsi yang bertanggung jawab di antara mahasiswa, dosen, dan staf. Dengan menyediakan platform nyata untuk pemilahan sampah dan daur ulang, bank sampah kampus memberdayakan individu untuk mengambil peran aktif dalam memitigasi degradasi lingkungan.

Universitas Lampung merupakan salah satu kampus yang mendorong adanya platform nyata tersebut. Universitas Lampung memiliki delapan fakultas dengan jumlah civitas akademik sebanyak 33.092 jiwa mahasiswa yang aktif berkuliah dan 2.500 jiwa dosen serta staff Universitas Lampung per-Oktober 2023. Diperkirakan jumlah civitas akademik Universitas Lampung akan terus meningkat setiap tahunnya. Peningkatan jumlah mahasiswa dan civitas akademik di UNILA akan berimbas pada peningkatan volume timbulan sampah yang dihasilkan. Sehingga akar dari permasalahan tersebut adalah pembangunan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Universitas Lampung yang berbasis pada 3R (Reduce, Reuse, Recyle) yang dicetuskan oleh Dr. Ir. Ofik Taufik Purwadi, S.T., M.T. yang mana beliau merupakan ketua dari TPST UNILA itu sendiri.

Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Universitas Lampung, turut hadir dengan visi misi yang menunjang Universitas dalam menangani kerusakan terhadap lingkungan dan ekosistem terkait timbulan sampah, yakni memiliki visi menjadi salah satu kampus yang berkomitmen dan berkontribusi dalam menghijaukan kampus dan pengelolaan sampah berkelanjutan berbasis riset. Salah satu tujuan utama bank sampah kampus adalah mendorong pemilahan sampah di sumbernya. Melalui program berbasis 3R (Reduce, Reuse, Recyle), penerapan teknologi, dan pengelolaan sampah dengan metode pirolisis, TPST UNILA turut serta dalam hal efisiensi proses pengelolaan sampah dan memfasilitasi daur ulang material berharga, sehingga mengurangi volume sampah yang ada di lingkup Universitas Lampung untuk menciptakan kondisi lingkungan kampus yang bersih dan nyaman.

Selain itu, bank sampah kampus berperan sebagai agen perubahan untuk membentuk budaya tanggung jawab lingkungan dan gaya hidup yang berkelanjutan. Dengan mendorong partisipasi melalui sistem penghargaan atau program pengakuan, inisiatif ini memotivasi individu untuk secara aktif terlibat dalam upaya pengurangan sampah. Terutama, mahasiswa yang diberdayakan untuk menjadi agen perubahan dalam komunitas ini, memberikan teladan dan menginspirasi orang lain untuk mengadopsi praktik ramah lingkungan baik di dalam maupun di luar kampus.

Pendirian bank sampah di kampus pun sejalan dengan tujuan keberlanjutan yang lebih luas dan inisiatif yang dipromosikan oleh lembaga pendidikan. Banyak universitas dan perguruan tinggi mengintegrasikan prinsip pengelolaan sampah dan keberlanjutan ke dalam kurikulum mereka, menggabungkan pengalaman praktis seperti pembelajaran mata kuliah yang berhubungan, dan proyek penelitian yang difasilitasi melalui bank sampah kampus. Pendekatan lintas disiplin ini tidak hanya meningkatkan pembelajaran akademis mahasiswa tetapi juga membentuk pemahaman yang lebih dalam tentang masalah lingkungan dan solusinya.

Bank sampah kampus memainkan peran penting dalam mendukung industri daur ulang lokal dan mempromosikan model ekonomi sirkular. Lewat misi pengelolaan sampah yang menghasilkan outcome yang profitable, TPST UNILA mulai menerapkan jual beli material daur ulang yang dikumpulkan dari bank sampah kampus. Lewat produk-produk tertentu seperti kompos, TPST UNILA mulai menjual ke masyarakat dan diproses oleh fasilitas daur ulang lokal, sehingga berkontribusi pada penciptaan lapangan kerja hijau dan pengembangan ekonomi yang berkelanjutan. Dengan menjalin kemitraan dengan perumahan, pemerintah daerah, dan organisasi daur ulang, bank sampah kampus memperkuat hubungan masyarakat dan mendorong upaya kolaboratif untuk mencapai tujuan lingkungan bersama.

 

Eksistensi bank sampah di kampus mencerminkan pergeseran paradigma menuju praktik pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan kesadaran lingkungan dalam lembaga pendidikan. Dengan memanfaatkan kekuatan kolektif mahasiswa, dosen, dan staf, bank sampah kampus menunjukkan potensi untuk mendorong perubahan positif dan menginspirasi kebiasaan hidup yang berkelanjutan secara global yang mana sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) yang dicanangkan oleh PBB. Bank sampah kampus mendukung beberapa SDGs, termasuk Tujuan ke-12: Produksi dan Konsumsi yang Bertanggung Jawab, dengan mendorong praktik pengurangan sampah dan daur ulang; Tujuan ke-13: Tindakan Terhadap Perubahan Iklim, dengan mengurangi jejak karbon melalui pengelolaan sampah yang berkelanjutan; dan Tujuan ke-17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui kerjasama antara UNILA, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam upaya menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.

SDGs Tujuan ke-12: Produksi dan Konsumsi yang Bertanggung Jawab menjadi fokus utama dari upaya pengelolaan sampah di TPST Universitas Lampung. Tujuan ini bertujuan untuk memastikan bahwa konsumsi dan produksi kita dilakukan secara berkelanjutan, dengan memperhatikan dampak lingkungan, sosial, dan ekonomi dari TPST tersebut. SDGs 12 menekankan perlunya mengurangi jumlah sampah yang dihasilkan oleh aktivitas konsumsi dan produksi. Hal ini dapat dicapai melalui berbagai cara, seperti mengurangi penggunaan kemasan sekali pakai. Melalui upaya-upaya ini, bank sampah kampus berperan dalam menciptakan pola konsumsi yang lebih berkelanjutan, mempercepat peralihan menuju ekonomi berbasis daur ulang, dan memberikan kontribusi nyata dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan untuk generasi mendatang.

Inisiatif dari penerapan SDGs dalam lingkungan kampus secara tidak langsung memberdayakan individu untuk secara aktif untuk berpartisipasi dalam upaya pengurangan sampah, daur ulang, dan pemulihan sumber daya, sehingga berkontribusi pada masa depan yang lebih bersih dan hijau. Dengan memanfaatkan kekuatan kolektif mahasiswa, dosen, dan staf, bank sampah kampus menunjukkan potensi untuk mendorong perubahan positif dan menginspirasi kebiasaan hidup yang berkelanjutan secara global.

Selain itu, langkah-langkah yang diambil oleh UNILA dalam pengelolaan sampah di TPST juga memperkuat posisi universitas dalam Greenmetric World University Rankings. Greenmetric merupakan peringkat universitas-universitas di seluruh dunia berdasarkan kriteria-kriteria lingkungan, di antaranya adalah pengelolaan sampah. Dengan menerapkan praktik-praktik berkelanjutan dan memperhatikan aspek lingkungan, UNILA dapat meningkatkan peringkatnya dalam Greenmetric dan menjadi teladan bagi institusi pendidikan lainnya.

Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Universitas Lampung (UNILA) telah menjadi tonggak penting dalam upaya pengelolaan sampah yang berkelanjutan di lingkungan kampus. Sejak berdirinya pada tahun 2019, TPST UNILA telah mengalami perkembangan yang signifikan dalam mengubah paradigma pengelolaan sampah dari metode pembuangan sampah yang dilakukan secara terbuka (open dumping) menjadi pendekatan yang lebih efisien dan berkelanjutan menggunakan teknologi.

Sebelum adanya TPST, kondisi lingkungan di sekitar jurusan Teknik Kimia Universitas Lampung sangat mengkhawatirkan akibat dari praktik open dumping yang dilakukan sebelumnya. Bau tidak sedap dan kurangnya fokus dalam proses belajar-mengajar menjadi masalah utama yang dihadapi. Hal ini memicu kebutuhan akan pendekatan baru dalam pengelolaan sampah di lingkungan kampus. Sehingga pada tanggal 20 Januari 2020, TPST UNILA resmi menjadi pusat pengelolaan berbagai jenis sampah di Universitas Lampung dan memiliki luas lahan sebesar  dengan mengusung konsep zero waste.

Pada tahun 2020, TPST UNILA awalnya fokus kepada pembuatan kompos, namun seiring berjalannya waktu, fasilitas ini berkembang dengan beberapa penerapan teknologi pengolahan sampah diantaranya: pengomposan menggunakan mesin Rotary Kiln Composter (RKC), Pirolisis (alat mengubah sampah plastik menjadi Bahan Bakar Minyak (BBM), dan pengolahan sampah organik dengan larva (maggot, ulat kandang, ulat hongkong), serta pemanfaatan bank sampah. Hal ini menjadikan TPST UNILA berbeda dengan bank sampah lainnya, dengan kehadiran Mesin Rotary Kiln Composter (RKC), satu-satunya mesin yang ada di Sumatera. Mesin ini memiliki kapasitas hingga 1 ton dan dapat menghasilkan kompos dalam waktu yang lebih singkat menjadi kurang lebih lima hari dibandingkan dengan metode konvensional yang dapat memakan waktu hampir satu bulan lamanya. Hal ini membantu dalam mengatasi masalah sampah organik, yang mayoritas berasal dari daun-daunan di lingkungan kampus.

 

Selain alat-alat pengolahan sampah, TPST UNILA juga dilengkapi dengan fasilitas seperti tempat belajar bagi mahasiswa, kandang maggot, dan tempat penyimpanan limbah B3. Maggot dan ulat kandang digunakan untuk menguraikan sampah organik, sedangkan limbah B3 disimpan dengan prosedur khusus di tempat penyimpanan limbah cair yang ada di TPST untuk kemudian diolah oleh pihak ketiga, yakni PT. Biuteknika Bina Prima, pengangkut Limbah B3 (Medis) yang telah mendapatkan akreditasi dari Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia.

 

TPST UNILA telah beroperasi selama beberapa tahun, namun jumlah nasabah bank sampah yang aktif masih relatif sedikit, hanya sekitar 80 orang dari ribuan jiwa penghuni kampus. Salah satu hambatan utama adalah kurangnya kesadaran dan sosialisasi yang memadai tentang peran dan manfaat TPST. Selain itu, frekuensi acara dan sosialisasi yang hanya dilakukan dua kali setahun juga menjadi kendala dalam meningkatkan partisipasi dan kesadaran masyarakat. Namun untuk mengatasi hal tersebut, TPST UNILA menjalin kerjasama dengan berbagai pihak, termasuk Vila Citra untuk mengirimkan cacahan kayu, ranting dan daun kering untuk diolah menjadi kompos, kemudian bekerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup, bank sampah golden (@banksampahgolden), dan bank sampah emak (@banksampahemak.id) untuk mendukung pengelolaan sampah yang lebih baik.

Pada tahun 2023 kemarin, sebagai bagian dari pengembangan, TPST UNILA melakukan uji coba mesin penyedot sampah. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam pengelolaan sampah, serta mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Tetapi pada tahun 2024, mesin tersebut diberhentikan sementara untuk dikembangkan kembali agar daya sedot yang dihasilkan semakin maksimal untuk mendorong kebersihan lingkungan. Kedepannya, TPST UNILA berencana untuk meningkatkan jumlah alat dan fasilitas, termasuk pemasangan insinerator untuk mengubah sampah limbah B3, khususnya limbah medis menjadi energi listrik. Selain itu, upaya dalam sosialisasi dan penyuluhan diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah, di mana kedepannya TPST Universitas Lampung berencana mengundang setiap ketua Himpunan Mahasiswa (HIMA) dari berbagai jurusan untuk melaksanakan sosialisasi terkait event-event TPST dan pentingnya menjaga lingkungan sekitar kampus.

Dengan upaya terus-menerus dan komitmen yang kuat, TPST UNILA akan terus menjadi pusat inovasi dan transformasi dalam pengelolaan sampah di lingkungan kampus. Melalui kerjasama dan partisipasi aktif dari seluruh komunitas kampus, TPST UNILA berpotensi menjadi contoh bagi institusi pendidikan lainnya dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Selain berfungsi sebagai lokasi pengelolaan sampah dan bank sampah yang berfokus pada civitas akademik Universitas Lampung, TPST Universitas Lampung juga berperan sebagai sarana dan prasarana untuk penelitian mahasiswa terkait pengolahan sampah dan pembuatan kompos. Hal ini dibenarkan oleh Hendra, anggota tim TPST Universitas Lampung, yang menyatakan bahwa mahasiswa sering melakukan penelitian di lokasi TPST tersebut (23/04/2024). Beberapa penelitian yang menarik adalah penelitian mengenai pembuatan pupuk kompos, pupuk cair organik dari bahan dasar nasi basi, dan pengolahan sampah plastik menjadi bahan bakar minyak (BBM).

Sebagai produsen pupuk kompos, TPST Universitas Lampung menawarkan pupuk kompos dengan keunggulan yang berbeda bagi masyarakat. Pupuk kompos hasil olahan TPST Universitas Lampung terbuat dari 100% sampah organik seperti dedaunan kering. Harganya juga terjangkau, hanya Rp 10.000,00 per plastik berukuran 5 kg. Selain itu, TPST Universitas Lampung memberikan penawaran khusus bagi pembeli dalam jumlah besar, memungkinkan mereka untuk menjualnya kembali dan menghasilkan keuntungan.

Selain kompos, Tim TPST Universitas Lampung juga melakukan penelitian pengembangan sekaligus produksi pupuk cair organik. Pupuk cair organik yang diproduksi oleh TPST Universitas Lampung merupakan hasil fermentasi dari nasi basi. Pupuk cair organik dari nasi basi adalah solusi ramah lingkungan untuk pertanian yang berkelanjutan. Dibuat dari fermentasi nasi basi, air, dan gula, membuat cairan tersebut menjadi kaya akan nutrisi dan mikroba yang bermanfaat bagi tanaman. Muhammad Taufik Hidayat, salah satu tim TPST Universitas Lampung, menginformasikan bahwa konsep fermentasi pupuk cair organik ini mirip dengan proses fermentasi kombucha. Proses fermentasi menghasilkan pupuk yang mudah diserap oleh tanaman dan membantu meningkatkan kesuburan tanah (24/04/2024). Selain itu, penggunaan pupuk cair organik mengurangi limbah makanan dan mendukung siklus daur ulang yang berkelanjutan. Pupuk cair organik yang diproduksi oleh TPST Universitas Lampung juga berfungsi sebagai activator bagi proses produksi kompos. Cairan pupuk cair organik yang sudah siap pakai akan disiramkan ke adonan kompos dan sisanya akan dialokasikan untuk tanaman yang berada di sekitar TPST Universitas Lampung.

Di tahun 2023, TPST Universitas Lampung menciptakan inovasi baru berupa daur ulang plastik menjadi bahan bakar minyak (BBM). Inovasi ini menggunakan metode pirolisis. Pirolisis adalah proses kimia yang memanaskan material organik dalam lingkungan yang memiliki sedikit atau tanpa oksigen. Proses ini mengubah material tersebut menjadi produk-produk yang lebih sederhana seperti gas, cairan, dan residu padat yang disebut biochar. Pirolisis digunakan secara luas dalam pengolahan limbah organik, biomassa, dan plastik untuk menghasilkan energi alternatif dan produk bernilai tambah seperti biofuel dan bahan bakar fosil. Uniknya, tak hanya dari internal civitas akademik Universitas Lampung saja, mahasiswa dari Universitas Jambi juga melakukan penelitian daur ulang plastik menjadi bahan bakar minyak (BBM) ini di TPST Universitas Lampung. Hasil daur ulang yang telah diolah menggunakan metode pirolisis, diserahkan kepada pihak ke-3 untuk tahap selanjutnya hingga menjadi bahan bakar minyak (BBM) yang sempurna dan bias digunakan oleh masyarakat.

Melalui penelitian tersebut, TPST Universitas Lampung turut berperan dalam memberikan solusi konkret terhadap permasalahan lingkungan sekaligus memperluas wawasan mahasiswa terkait teknologi pengelolaan sampah yang ramah lingkungan. Sehingga TPST Universitas Lampung tidak hanya berfungsi sebagai tempat pengelolaan sampah, tetapi juga sebagai pusat inovasi dan pengetahuan bagi pembangunan lingkungan yang berkelanjutan. Keberadaannya tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat secara ekonomi, tetapi juga membantu menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat.

TPST Universitas :Lampung memiliki beberapa rencana di masa yang akan datang, misalnya melakukan kerjasama dengan berbagai himpunan mahasiswa dan menciptakan lingkungan yang ecoevent. Ecoevent di kampus adalah acara atau kegiatan yang diselenggarakan dengan memperhatikan aspek keberlanjutan dan kepedulian lingkungan. Tujuan utamanya adalah untuk memberikan pengalaman yang berkesan bagi peserta sambil meminimalisir dampak negatif terhadap lingkungan kampus.

Ecoevent melibatkan penggunaan material ramah lingkungan, seperti penggunaan produk daur ulang dan pengurangan plastik sekali pakai. Selain itu, ecoevent di kampus juga mempromosikan gaya hidup berkelanjutan dan menyediakan wadah bagi mahasiswa untuk berpartisipasi dalam aktivitas pro-lingkungan, seperti penanaman pohon, pembersihan lingkungan, dan workshop daur ulang.

Melalui penerapan praktik-praktik ini, ecoevent di kampus tidak hanya mengajak mahasiswa untuk peduli terhadap lingkungan, tetapi juga memberikan inspirasi dan motivasi untuk berperilaku lebih bertanggung jawab terhadap bumi. Ecoevent di kampus juga dapat menjadi platform untuk mengedukasi dan memberdayakan mahasiswa dalam mempromosikan keberlanjutan di lingkungan kampus dan di luar sana.

TPST Universitas Lampung ingin menciptakan lingkungan yang ecoevent melalui kolaborasi dengan berbagai penyelenggara acara di lingkungan Universitas Lampung. Hal ini dilakukan dengan cara mengedukasi peserta acara untuk melakukan pemilahan sampah secara mandiri untuk kemudian sampah-sampah tersebut diserahkan kepada Bank Sampah Universitas Lampung.

Dengan adanya Tempat Pembuangan Sampah Terpadu dan bank sampah di Universitas Lampung, upaya untuk menciptakan lingkungan kampus yang bersih, hijau, dan berkelanjutan semakin terwujud. Melalui praktek-praktek ini, Universitas Lampung berkontribusi secara nyata dalam mencapai beberapa tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama SDGs Tujuan ke-12: Produksi dan Konsumsi yang Bertanggung Jawab, Tujuan ke-13: Tindakan Terhadap Perubahan Iklim, dan Tujuan ke-17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Dengan mengelola sampah secara efisien, kampus tidak hanya menciptakan lingkungan yang lebih sehat bagi warga kampus, tetapi juga berperan dalam menjaga keberlanjutan sumber daya alam dan mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Dengan komitmen yang kuat dan partisipasi aktif dari seluruh elemen kampus, Universitas Lampung memberikan contoh inspiratif bagi lembaga pendidikan lainnya dalam mewujudkan prinsip-prinsip keberlanjutan di lingkungan kampus mereka.

Scroll to Top